Baduy Luar; Lokasi Rekreasi Budaya Sunda

Baduy Luar; Lokasi Rekreasi Budaya Sunda

Baduy Luar — Orang Baduy, dikenal juga sebagai Urang Kanekes, memiliki keterikatan yang kuat dengan suku paling besar ke-2 di Jawa Barat, yakni suku Sunda. Orang Baduy memiliki sebagian besar besar elemen kebahasaan dan kebudayaan yang sama dengan suku Sunda.

Golongan masyarakat Baduy terdiri jadi dua sisi, yakni Baduy Luar (Urang Kaluaran) yang bermakna orang luar, dan Baduy Dalam (Urang Kajaroan) yang bermakna orang dalam.

Kampung-kampung warga Baduy Dalam berada di tiga tempat di daerah tanah tradisi yang mereka sebutkan taneuh larangan (tanah larangan). Antara ketidaksamaan ke-2 nya, Baduy Saat tempati daerah di luar tanah larangan seperti Kaduketug, Curugseor, dan Cibengkung.

Daerah perkampungan Baduy Dalam dipandang oleh beberapa orang Sunda sebagai arketipe perkampungan golongan masyarakat Suku Sunda jaman dahulu. Ini disebabkan karena mode dan peletakan rumah yang memanjang pada dua segi lapangan dengan 2 bangunan khusus yang sama-sama bertemu, yakni bale (bangunan besar tempat terima tamu) dan rumah pu’un (rumah pimpinan religius warga Suku Baduy).

Warga Kanekes atau Baduy keseluruhannya bukan warga yang terkucil atau terisolasi karena tidak berkawan dengan warga umum. Warga Kanekes adalah warga yang sangat taat dan meng ikuti ketentuan yang berjalan di sukunya.

Semenjak jaman kekuasaan Kesultanan Banten sampai saat ini, warga Kanekes masih dengan cara teratur jalankan upacara seba setiap setahun sekali. Mereka lakukan perjalanan jauh secara jalan kaki dari Lebak Banten sampai ke tempat gubernur Banten untuk mengirim hasil panen seperti buah-buahan dan padi. Usaha ini dilaksanakan sebagai bukti jika warga tradisi Kanekes taat ke penguasa.

Suku Baduy Luar berlainan dengan Suku Baduy dalam soal langkah hidup dan ketentuan tradisi. Suku Baduy Luar lebih terbuka pada dampak luar dan tehnologi kekinian, seperti alat elektronik, kendaraan motor, dan baju warna. Mereka lebih siap berhubungan sama orang luar dan terima lawatan pelancong. Tetapi, mereka masih tetap jaga adat dan beberapa nilai nenek moyang mereka, seperti tidak memakai alas kaki, tidak menggunting rambut, tidak membunuh hewan, dan tidak menghancurkan alam.

Suku Baduy Luar ada di desa-desa yang melingkari atau ada di luar teritori Baduy Dalam. Sejumlah dusun itu diantaranya Kaduketuk, Gajeboh, Cikadu, Kadukolot, Cisagu, dan sebagainya. Mereka bermata pencarian sebagai petani, peternak, dan perajin. Mereka memiliki ketrampilan saat membuat kain tenun tradisional yang disebutkan kain koja.

Suku Baduy Luar memiliki kebudayaan yang webgiswisatasubang.com kaya dan unik. Mereka memiliki bahasa sendiri yang disebutkan bahasa Kanekes, yang disebut aksen dari bahasa Sunda. Mereka memiliki upacara-upacara tradisi yang terkait dengan transisi hidup, seperti kelahiran, perkawinan, kematian, dan seba (menghadap raja). Disamping itu, mereka memiliki seni pementasan seperti tari-tarian dan musik tradisional.

0 ответы

Ответить

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Добавить комментарий

Ваш адрес email не будет опубликован. Обязательные поля помечены *