Bagaimana cara melindungi artefak setelah terjadi kebakaran?
Bagaimana cara melindungi artefak setelah terjadi kebakaran?
Dalam pernyataan resmi di akun Instagram, pihak pengurus Museum Nasional menyatakan bahwa yang paling penting pada saat ini adalah «melindungi barang-barang bersejarah dan artefak yang berharga yang ada di museum tersebut».
Kumpulan penyelidikan internal akan disiapkan untuk mencari faktor yang menyebabkan kebakaran dan mengumpulkan informasi tentang barang-barang yang terkena dampak serta yang sudah diselamatkan.
Dalam gaya tulisan penulis ulang, Ahmad Mahendra, yang menjabat sebagai Kepala Sementara Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (BLU MCB) di Kemendikbud, mengungkapkan bahwa telah dibentuk tim khusus untuk menjaga dan melindungi benda-benda bersejarah dan budaya yang terpengaruh oleh kebakaran.
Dia mengatakan bahwa langkah tersebut sesuai dengan instruksi Mendikbudristek Nadiem Makarim yang mengunjungi museum pada Sabtu malam. Sementara itu, polisi telah menyiapkan satu unit setingkat kompi yang terdiri dari 80 personel untuk mengamankan bagian depan dan belakang gedung yang terbakar.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin, mengatakan kepada wartawan bahwa Gedung A menyimpan banyak barang berharga dan bersejarah. Hal ini diingat karena telah diketahui sebelumnya.
Akibat kebakaran itu, museum nasional harus tutup untuk sementara waktu.
Kenapa museum ini dijuluki sebagai Museum Gajah?
Menurut informasi yang ditemukan di situs resmi, Museum Nasional dimulai dengan pembentukan sebuah kelompok yang disebut Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen oleh pemerintah Belanda pada tanggal 24 April 1778.
Pada era itu, terjadi revolusi intelektual yang juga dikenal dengan sebutan zaman pencerahan di Eropa. Pada waktu itu, banyak individu mulai mengembangkan pikiran yang berbasis ilmiah dan pengetahuan.
Pada tahun 1752, terbentuklah De Hollandsche Maatschappij der Wetenschappen di Harleem, Belanda.
Ini mendorong penduduk Belanda di Batavia — Jakarta hari ini — untuk membentuk organisasi serupa. Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen adalah lembaga independen yang didirikan untuk memajukan penelitian dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan, terutama dalam biologi, fisika, arkeologi, sastra, etnologi, dan sejarah.
Dengan koleksi yang terus kunjungi bertambah, pemerintah Hindia-Belanda memutuskan untuk membangun museum baru di tempat yang sekarang menjadi tempat berdirinya museum di Jalan Merdeka Barat, Jakarta pada tahun 1862. Bangunan museum ini baru saja dibuka untuk masyarakat umum pada tahun 1868.
Oleh wong Indonesia — sing padha ngguyu Jakarta — museum iki tenar karo jeneng «Gedung Gajah» utawa «Museum Gajah». Karena, ada sebuah patung gajah perunggu yang berada di depan museum.
Patung gajah tersebut merupakan pemberian dari Raja Thailand, Chulalongkorn (Rama V), yang melawat ke museum pada tahun 1871.
Museum tersebut sering disebut sebagai «Gedung Arca» karena di dalamnya terdapat berbagai macam koleksi arca dari berbagai zaman sejarah di Indonesia.
Ответить
Want to join the discussion?Feel free to contribute!