Berpartisipasi dalam Perlindungan Lingkungan Tanpa Mengkonsumsi Makanan? Periksa Toko Roti Ini
Berpartisipasi dalam Perlindungan Lingkungan Tanpa Mengkonsumsi Makanan? Periksa Toko Roti Ini
Toko roti ini menawarkan banyak pilihan ngemil yang ramah lingkungan, jadi jika Anda seorang pecinta lingkungan, Anda harus pergi ke sana untuk ngemil.
Cafe Pipinos Bakery terletak di Jalan Ciumbuleuit Nomor 85 Menurut Fiona Ekaristi Putri, pendiri Pipinos Bakery, ada banyak cara untuk menerapkan gaya hidup minim sampah. Salah satunya, sejak toko roti didirikan dua tahun lalu, mengurangi penggunaan plastik.
Sebagai ganti kantong plastik, Pipinos Bakery menggunakan kantong yang terbuat dari singkong untuk membungkus pesanan makanan dan minuman pengunjung. Pengiriman makanan dan minuman ke restoran lain juga menggunakan kantong dari singkong.
Kebiasaan lain, Pipinos Bakery mengelola sampahnya bekerja sama dengan pihak lain, Millenials Farmers. Jadi, sudah tak ada sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Sarimukti, baik sampah organik, anorganik dan residu.
Sampah organik, seperti sayuran, daging, susu, tepung, dan sisa makanan, terlebih dahulu dibuang ke dalam tong besar https://willowtreebakery.net/ dan dicampur cairan eco enzym. Setiap pekan, sampah organik dalam tong itu diambil oleh Millenials Farmers untuk diolah menjadi kompos. Kemudian, kompos tersebut dimanfaatkan oleh para petani sayuran di Kabupaten Bandung Barat.
“Secara tanggung jawab sosial lebih terasa dengan mengelola sampah sendiri,” kata Fiona di Pipinos Bakery, Selasa (9/1/2024).
Selain itu, Fiona mengelola sampah cangkang telur sendiri untuk pupuk tanaman di Pipinos Bakery, yang cukup mudah untuk dilakukan.
Cangkang telur terlebih dahulu dicuci dan dibersihkan. Setelah itu, cangkang telur dihancurkan dan dapat digunakan sebagai pupuk untuk tanaman langsung.
Selain itu, kulit bawang merah di dapur Pipinos Bakery tidak dibuang langsung. Ini digunakan oleh fiona untuk meningkatkan kesuburan tanaman. Untuk melakukannya, rendam kulit bawang merah, kemudian campurkan airnya dengan sedikit air mineral. Selanjutnya, campuran disemprotkan ke tanah dan daun tanaman.
Bahkan, ide kreatif muncul setelah melihat sampah ampas kopi di Pipinos Bakery. Fiona meracik ampas kopi dicampur dengan kulit lemon, rempah-rempah dan soda buatan sendiri. Hasilnya, jadilah minuman bersoda super unik yang diberi nama Pipinos Homemade Cola.
Daur Ulang
Selain sampah organik, sampah anorganik dan sampah residu juga diangkut oleh Millenials Farmers setiap pekan. Sampah anorganik yang dihasilkan berupa karton bekas kemasan susu yang tidak mengandung aluminium foil, styrofoam tempat meletakkan telur, kaleng, dan botol plastik. Sampah tersebut didaur ulang oleh Millenials Farmers untuk dijadikan barang bermanfaat.
Meskipun demikian, sampah Pipinos Bakery terdiri dari kertas minyak, plastik bungkus daging, kertas struk yang dibeli, tisu, dan puntung rokok. Sampah dibakar menggunakan insinerator.
Pipinos Bakery terus berupaya melindungi lingkungan. Fiona berusaha mencari pemasok bahan baku makanan dan minuman yang tidak menggunakan plastik untuk semakin mengurangi penggunaan plastik. Fiona berharap dapat membawa bahan makanan dan minuman yang dibeli sendiri.
Pecinta Alam
Fiona menjalankan gaya hidup rendah sampah di toko rotinya karena dia sangat peduli dengan lingkungan. Dia mulai mengurangi jumlah plastik yang dia gunakan setiap hari dan mulai membawa barang yang dia beli di tas pribadi.
“Saat kuliah saya ikut orgasisasi pecinta alam. Lihat di gunung banyak sampah sehingga ingin mengurangi sampah,” kata Fiona.
Ответить
Want to join the discussion?Feel free to contribute!